Potensi Desa
POTENSI SUMBER DAYA ALAM
Wilayah di Desa Tajuk, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang merupakan wilayah pemukiman penduduk dan wilayah tegalan. Wilayah tegalan di Desa Tajuk masih sangat luas. Kondisi tanah di Desa Tajuk cukup subur, warga memanfaatkan lahan tegalan untuk pertanian dan peternakan.Keberadaan Desa Tajuk yang tepat dibawah lereng merbabu sehingga potensi wisata di wilayah Desa Tajuk merupakan wilayah wisata alam.
POTENSI SARANA DAN PRASARANA
Secara geografis Desa Tajuk terletak di bawah lereng merbabu, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Boyolali. Dikarenakan luasnya wilayah Desa Tajuk, jalan di desa ini pun mayoritas betonisasi dan ada di beberapa dusun,jalannya menggunakan aspal.
POTENSI EKONOMI
Mayoritas mata pencaharian warga masyarakat Desa Tajuk adalah bertani dan beternak.Dengan daerah tegalan yang masih luas, warga memanfaatkannya untuk bertani. Tanaman yang ditanam oleh warga sendiri beraneka ragam, mulai dari tembakau, jahe, cabai, sayur, rumput gajah, tanaman kayu keras, tanaman buah dan tanamantanaman lainnya. Hampir dari semua petani di Desa Tajuk juga merupakan peternak sapi.Desa Tajuk memiliki karakteristik yang tepat untuk bercocok tanam dan beternak sapi dan kambing.Jumlah sapi di Desa Tajuk sendiri ada sekitar 956 ekor dan ternak kambing sebanyakkurang lebih 742 yang tersebar di Dusun-Dusun yang ada di Desa Tajuk
POTENSI LINGKUNGAN
- PENGOLAHAN LIMBAH KOTORAN SAPI
Di DesaTajuk sendiri, mayoritas warganya memelihara sapi. Akibatnya kotoran sapi menjadi permasalahan utama di Desa Tajuk. Hal itu menimbulkan keresahan karena limbah kotoran sapi sangat mengganggu. Selain dari segi baunya, limbah kotoran sapi juga mencemari lingkungan. Karena hal itu warga mulai mencari tahu manfaat dari kotoran sapi untuk dapat diolah menjadi sesuatu yang berguna. Limbah kotoran sapi sendiri dapat dimanfaatkan menjadi biogas. Tetapi untuk pembangunan biogas sendiri di Desa Tajuk masih terbatas. Hingga saat ini, sudah ada kurang lebih20 KK warga Desa Tajuk yang menggunakan biogas. Dampak positif dari penggunaan biogas sendiri selain dapat mengolah limbah yang tidak terpakai, juga dapat mengurangi pemanasan global, menyelamatkan lingkungan, biogas juga sangat membantu masyarakat. Dengan adanya biogas masyarakat tidak perlu membeli gas untuk kebutuhan sehari-hari. Hasil sisa limbah biogas juga dapat dimanfaatkan untuk pupuk pertanian
POTENSI BUDAYA
Desa Tajuk adalah desa yang terkenal dengan seni tari reog.Di desa Tajuk sendiri terdapat 5 Kelompok Kesenian Reog dan seni prajuritan.Seni reog tersebut sering dipentaskan ketika ada acara hari besar, seperti lebaran, saparan (budaya merti dusun), mempringati 17 Agustus dan acara tasyukuran.Seni reog adalah salah satu kebanggan warga masyarakat Desa Tajuk.Seni reog di wariskan oleh para sesepuh yang ada di Desa dan kemudian dilanjutkan dan dilestarikan oleh kalangan pemuda sehingga sampai saat ini seni reog masih berjalan, bahkan antusiasme dari warga untuk melestarikan kesenian ini sangat tinggi. Selain itu juga ada Kesenian Rebana sebagai kesenian religi umat Islam yang digunakan untuk peringatan hari-hari besar keagamaan Islam dan Juga untuk acara hajatan
Masih ada lagi kesenian Drumblek, Drumband, dan Dangdutan yang berasal dari Dusun Cingklok, dan kesenian Gedruk yang berasal dari Dusun Ngroto, yang merupakan kesenian modern yang biasa dipentaskan dalam acara hajatan, juga kegiatan-kegiatan lain. Drumblek juga merupakan salah satu kesenian terbaru yang lahir mengikuti kemajuan jaman dalam upaya pemanfaatan drum dan kaleng bekas bisa untuk menghibur warga masyarakat yang biasa dimainkan dalam acara lomba-lomba Dusun, Desa, dan Kecamatan.
POTENSI KEBERAGAMAN AGAMA
Pluralisme adalah salah satu ciri Negara Indonesia, begitu juga dengan Desa Tajuk.Kepercayaan agama yang dianut oleh masyarakat Desa Tajuk terdiri dari agama Islam, Kristen, dan Katholik.Walaupun masyarakat Desa Tajuk terdiri dari berbagai macam agama namun belum pernah terjadi sekalipun gesekan antar pemeluk agama.Kerukunan antar umat beragama di Desa Tajuk terjalin sangat baik, hidup rukun berdampingan di tengah-tengah perbedaan dan saling mengasihi antar satu dengan yang lainnya.Semua warga sadar bahwa perbedaan ada bukan untuk menjadi pemicu keretakan, namun untuk dijadikan sebagai pelangi dalam bermasyarakat. Salah satu kerukunan yang sangat terasa hangat adalah saat ada warga yang meninggal dunia, misalnya saat ada warga beragama Kristen meninggal, warga yang beragama Islam dan Budha saling bahu-membahu untuk membantu, sehingga warga yang beragama Kristen dapat khusuk dalam melaksanakan ibadah pemakaman serta ibadah malam penghiburan, dan begitu pula sebaliknya saat ada warga yang beragama lain meninggal. Dan dalam hidup bermasyarakat sehari-haripun masyarakat saling meghargai antar satu dengan yang lainnya.